Kupas Tuntas MCB: Komponen Proteksi Penting Sistem Listrik Rumah ?

Daftar Isi

Bismillahirrahmanirrahim

Mengapa MCB memiliki peran yang sangat penting dalam instalasi listrik kita?

Bayangkan rumah tanpa MCB - setiap kali terjadi gangguan listrik atau beban berlebihan pada sirkuit, Sobat harus turun ke ruang utilitas dan mencabut kabel secara manual. 

Itu akan menjadi pekerjaan yang melelahkan, bukan? Nah, inilah sebabnya mengapa MCB hadir sebagai pahlawan tak terlihat. membantu kita dalam banyak hal di bidang kelistrikan.


MCB adalah komponen kecil tetapi sangat penting yang akan melindungi seluruh sistem listrik Sobat dari bahaya overcurrent, sirkuit pendek, atau bahkan api. Dengan kata lain, MCB adalah garda pertahanan pertama yang akan menghentikan potensi risiko kebakaran dan merusak peralatan elektronik berharga.

Dalam artikel ini, kami akan membawa Sobat dalam perjalanan mendalam tentang MCB. 

Saya akan mengulas fungsi inti MCB - bagaimana mereka bekerja dan mengapa Sobat harus memahami mekanismenya. 

Kami juga akan menjelajahi berbagai jenis MCB yang ada, menggali ke dalam perbedaan antara MCB, serta jenis lainnya.

Tidak hanya itu, kami akan memberikan panduan langkah demi langkah tentang cara memasang MCB dengan benar di sistem listrik Sobat. Kita akan membahas semua hal yang perlu Sobat ketahui untuk melakukan pemasangan dengan aman dan efisien.

Jadi, Siapkan kopi dulu dan cemilah, dan enjoylah dalam membaca pembahasan MCB ini. 

Kita malai dari 


1.1 Definisi MCB: Kenali apa yang dimaksud Miniatur Circuit Breaker

MCB, yang merupakan singkatan dari Miniatur Circuit Breaker, adalah suatu perangkat yang dirancang untuk melindungi sirkuit listrik dari risiko Beban lebih dan hubung singkat. Ini adalah komponen penting dalam instalasi listrik yang bertanggung jawab atas pemutusan sirkuit saat terjadi gangguan arus yang berlebihan. 

MCB umumnya digunakan untuk melindungi peralatan elektronik dan mencegah potensi risiko kebakaran akibat gangguan listrik.

Selain MCB, ada banyak jenis pengaman arus berupa circuit Breaker, selengkapnya bisa di lihat di sini : 11 Macam Alat pengaman arus listrik atau Circuit breaker dari berbagai kategori

1.2 Sejarah dan Perkembangan MCB

Sebelum adanya MCB, pengaman sirkuit tradisional seperti sekering dan pemutus sirkuit tipe kotak (MCB) manual digunakan. Namun, mereka memiliki kelemahan, seperti waktu pemulihan yang lama dan perlunya penggantian fisik bila sudah digunakan.


Pada tahun 1920-an, insinyur listrik Prancis bernama Marcel Schlumberger adalah salah satu orang pertama yang menciptakan perangkat yang mirip dengan MCB modern. 

Perangkat ini menggunakan bi-metal strip yang akan melengkung ketika terjadi arus lebih, memutuskan sirkuit dan mencegah bahaya. Penemuan ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan MCB.

Evolusi Menuju MCB Modern

Selama beberapa dekade berikutnya, teknologi MCB terus berkembang. Pada tahun 1960-an, MCB sudah umum digunakan di banyak negara sebagai pengganti sekering. Ini lebih praktis karena MCB dapat direset setelah terjadi gangguan tanpa harus mengganti komponen fisik.

Penggunaan MCB Saat Ini

Saat ini, MCB digunakan secara luas di seluruh dunia dalam berbagai aplikasi. Mereka digunakan di rumah, bangunan komersial, dan industri untuk melindungi sirkuit listrik dari gangguan yang bisa merusak peralatan dan bahkan menyebabkan kebakaran.

Dengan sejarah panjang dan perkembangannya yang pesat, MCB terus menjadi perangkat yang sangat penting dalam dunia listrik. Dengan teknologi yang terus berkembang, kita dapat yakin bahwa MCB akan terus berperan dalam menjaga keselamatan dan efisiensi listrik di masa depan.

Baca juga : Sejarah Revolusi Industri. Awal Mula Manusia Tergantikan Teknologi

1.3 Fungsi MCB

Overcurrent bisa terjadi ketika beban listrik melebihi kapasitas yang direncanakan atau terjadi gangguan arus yang tidak terduga. MCB hadir sebagai garda pertahanan pertama untuk mencegah kerusakan pada peralatan elektronik Sobat dan bahkan risiko kebakaran serius.

Konsep pemutusan sirkuit saat terjadi gangguan listrik adalah inti dari fungsi MCB

1. Sebagai Pemutus Arus

Salah satu peran utama MCB adalah berfungsi sebagai pemutus arus. Sobat dapat menghubungkannya atau memutuskannya secara manual dengan menggunakan toggle switch. Mengapa ini penting? Bayangkan situasi ketika Sobat perlu melakukan perbaikan pada perangkat elektronik saat masih ada aliran listrik. 

Ini akan sangat berbahaya. MCB memungkinkan Sobat untuk mematikan aliran listrik di area tertentu dengan cepat dan aman. Setiap MCB dirancang untuk memutus listrik pada area tertentu, jadi sangat penting bagi Sobat untuk mengenali jalur instalasi listrik di area tersebut atau membaca instruksi yang tersedia.


2. Menghindari Terjadinya Listrik Overload

MCB juga berperan dalam mencegah terjadinya listrik overload. Overload terjadi ketika penggunaan listrik melebihi kapasitas daya yang telah ditentukan. Jika situasi ini terjadi, MCB akan bertindak secara otomatis. 

Komponen bimetal pada MCB berfungsi sebagai pengawas arus listrik. Ketika terjadi penggunaan listrik berlebih, komponen bimetal akan memanas melebihi batas yang ditentukan. Hasilnya, bimetal melengkung dan arus listrik terputus.

3. Pengaman Ketika Terjadi Arus Pendek

Arus pendek atau konsleting dapat menjadi pemicu kebakaran yang serius. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah pengamanan untuk memutus arus listrik secara otomatis sehingga tidak ada risiko percikan api. 

MCB memiliki kemampuan mendeteksi arus pendek dengan menggunakan solenoid pada komponen magnetic trip. Ketika terjadi konsleting, gaya magnet dari solenoid akan menarik switch secara otomatis, mengakibatkan pemutusan arus listrik.



2.1 Mengenal Bagian-bagian & Cara Kerja MCB


  1. Latch (kait)
  2. Solenoid
  3. Switch (saklar)
  4. Plunger (Tuas)
  5. Incoming Terminal (terminal masuk)
  6. Arc Chutes Holder (Pengikat Arc Chutes)
  7. Arc Chutes (busur peluncur)
  8. Dynamic Contact (kontak dinamis)
  9. Fixed Contact
  10. Din Rail Holder (dududk rel)
  11. Outgoing Terminal (terminat keluar)
  12. Bi-metallic Strip Carrier (pembawa bimetal)
  13. Bi-metallic Strip (Bimetal)


2.2 Cara kerja Miniatur Circuit Breaker (MCB)

Mari kita bahas cara kerja MCB (Miniature Circuit Breaker) dengan cara yang lebih mudah dipahami. Saat terjadi arus berlebih, MCB memainkan peran kunci dalam menjaga sistem listrik Sobat tetap aman. Ini bagaimana cara kerjanya:

Di dalam MCB, ada dua komponen utama yang penting: 

  1. Strip bimetalik yang melindungi terhadap overcurrent
  2. Solenoid yang melindungi terhadap hubung singkat.

Ketika arus melampaui batas yang aman, strip bimetalik pada MCB mulai memanas dan melengkung. Lengkungan strip ini memicu pelepasan kait. 

Sumber : https://byjus.com/

Dan apa yang terjadi selanjutnya? 

Kait inilah yang membuat MCB mati dengan segera, menghentikan arus dalam sirkuit. Proses ini adalah yang melindungi peralatan dan perangkat dari bahaya seperti overcurrent atau beban berlebih.

Bagaimana kita bisa menghidupkannya kembali setelah pemutusan? MCB memiliki opsi untuk dihidupkan secara manual, jadi Sobat dapat dengan mudah mengembalikan aliran listrik setelah situasi teratasi.

Namun, apa yang terjadi dalam kasus hubung singkat? 

Arus melonjak tiba-tiba tanpa peringatan, dan inilah saat MCB menunjukkan kehandalannya. Ketika itu terjadi, pendorong di dalamnya digerakkan oleh solenoid secara elektromekanis. Pendorong ini mengenai tuas trip, yang otomatis memicu pelepasan kait, membuka kontak pemutus arus, dan menghentikan aliran listrik.


3.1 Jenis-Jenis MCB (Miniatur Circuit Breaker)

a) Jenis-Jenis MCB Berdasarkan Arus Nominal

MCB memiliki beragam arus nominal yang biasanya diukur dalam ampere (A). Beberapa contohnya adalah 6A, 10A, 13A, 16A, hingga 125A, yang merupakan nilai tertinggi. Pemilihan arus nominal yang tepat penting untuk menghindari pemutusan yang tidak perlu atau bahkan kerusakan pada peralatan Sobat.

b) Jenis-Jenis MCB Berdasarkan Karakteristik Pemutusan

MCB juga dapat dibedakan berdasarkan karakteristik pemutusan arus listriknya. Beberapa tipe MCB yang umumnya digunakan adalah:


1. MCB Tipe B

Tipe ini adalah yang paling umum digunakan, terutama untuk instalasi listrik ringan di perumahan. MCB Tipe B memiliki kemampuan menangani beban arus 3 hingga 5 kali lebih tinggi dari nilai nominalnya.

2. MCB Tipe C

MCB Tipe C memiliki kapasitas yang sedikit lebih tinggi dibandingkan Tipe B, mampu menangani arus beban 5 hingga 10 kali lebih tinggi dari nominal MCB. Biasanya digunakan di gedung-gedung yang membutuhkan tegangan sedang.

3. MCB Tipe D

MCB Tipe D memiliki karakteristik yang berbeda karena dapat menangani lonjakan listrik secara tiba-tiba. Tipe ini dapat menampung arus listrik 10 hingga 25 kali lebih tinggi dari nominal MCB Tipe C. Biasanya digunakan di mesin pembangkit listrik, mesin diesel, dan lingkungan industri lainnya.

4. MCB Tipe K

MCB Tipe K lebih sering digunakan dalam peralatan elektronik seperti laptop, TV, kulkas, dan AC. Mereka memungkinkan pengguna untuk mengaktifkan dan menonaktifkan peralatan secara manual.

5. MCB Tipe Z

MCB Tipe Z mirip dengan Tipe K, tetapi lebih halus dalam menyalurkan listrik, menjadikannya cocok untuk peralatan elektronik yang sangat sensitif terhadap fluktuasi tegangan.



3.2 Arti Kode Dan Tulisan Pada MCB

Sumber : Teknikeketronika.com


Kode Penjelasan
FW-C60N (Nomor merk) Setiap MCB memiliki nomor model unik yang memudahkan komunikasi antara produsen dan konsumen.
C16 (Batas arus Kurva MCB) Misalnya, "C16" menunjukkan karakteristik kurvanya. Tipe B melepas sirkuit saat terjadi overcurrent sekitar 3-5 kali lipat, tipe C saat lebih dari 5-10 kali, dan tipe D sekitar 10-25 kali lipat.
230/400 V (Tegangan) Nilai tegangan operasional MCB, dalam volt, menunjukkan tegangan yang dapat ditangani oleh MCB tersebut
6000 (kapasitas Breaking) Kemampuan MCB menahan arus listrik. Misalnya, nilai 6000 berarti MCB berfungsi baik hingga arus maksimum 6000A.
3 (Kelas) Mengacu pada karakteristik energi maksimum yang dapat ditangani oleh MCB. Kelas 3 paling efisien, memungkinkan aliran energi sebesar 1,5L joule/detik.
ON/OFF (indikator) Penting bahwa MCB memiliki indikator status yang jelas, ON dan OFF, untuk menghindari kebingungan dan bahaya.
Simbol Operasi Apakah itu untuk 1 fasa, 2 fasa atau 3 fasa



4.1 Cara menentukan Jenis dan Besaran MCB yang tepat di rumah

Identifikasi Beban Listrik Sobat

Langkah pertama adalah mengidentifikasi semua peralatan listrik dan beban listrik lainnya yang ada di rumah Sobat. Ini termasuk peralatan seperti lampu, kulkas, oven, AC, dan perangkat elektronik lainnya. Sobat perlu tahu berapa daya listrik yang dikonsumsi oleh masing-masing peralatan ini. Biasanya, informasi ini dapat ditemukan pada plakat nama perangkat atau dalam manual penggunaannya.

Hitung Total Daya Listrik

Setelah Sobat memiliki data tentang daya listrik yang dikonsumsi oleh setiap peralatan, selanjutnya adalah menjumlahkannya. Total daya ini akan memberi Sobat gambaran tentang berapa besar daya yang dibutuhkan oleh semua peralatan Sobat saat beroperasi bersamaan. Ingatlah bahwa dalam situasi sehari-hari, tidak semua peralatan akan beroperasi pada saat yang sama, jadi perhitungan ini memberi Sobat margin keamanan.


4.2. Menghitung Kebutuhan daya dan Kapasitas MCB

Rumus sederhana untuk menentukan besarnya Ampere MCB adalah I = P / V, di mana:

- I adalah besarnya Ampere MCB yang butuhkan.

- P adalah total daya listrik yang telah sobat hitung sebelumnya.

- V adalah tegangan listrik di rumah Sobat, biasanya 220V atau 110V, tergantung pada negara Sobat.

Contoh Penggunaan Rumus

Misalnya, total daya listrik yang Sobat hitung adalah 4800 watt (4.8 kW), dan tegangan listrik di rumah Sobat adalah 220V. Maka:

I = 4800W / 220V = 21.82 Ampere

Dalam contoh ini, Sobat akan memerlukan MCB dengan rating sekitar 22 Ampere.

4. Pilih MCB dengan Ampere Terdekat

Saat membeli MCB, Sobat akan menemui berbagai pilihan rating Ampere. Pilihlah MCB dengan rating Ampere terdekat yang sama atau lebih besar dari hasil perhitungan Sobat. Ini akan memberi Sobat perlindungan yang memadai terhadap lonjakan daya dan korsleting listrik.


5. Cara Memasang MCB


Cara memasang MCB Listrik

Langkah 1: Matikan Sumber Listrik

Langkah pertama yang harus Sobat lakukan sebelum memasang MCB adalah mematikan sumber listrik utama. Ini adalah tindakan yang sangat penting untuk menghindari risiko kejutan listrik atau cedera selama proses instalasi. Pastikan bahwa listrik benar-benar non-aktif sebelum melanjutkan.

Langkah 2: Identifikasi Sirkuit yang Akan Dilindungi

Setelah sumber listrik dimatikan, identifikasi sirkuit yang akan dilindungi oleh MCB. Pastikan Sobat tahu dengan pasti sirkuit mana yang akan dihubungkan ke MCB yang baru. Ini akan membantu Sobat memilih MCB dengan arus nominal yang sesuai.

Langkah 3: Pilih MCB yang Sesuai

Pilih MCB dengan arus nominal yang sesuai dengan beban listrik pada sirkuit yang akan dilindungi. Pastikan MCB yang Sobat pilih juga memiliki karakteristik pemutusan yang sesuai dengan kebutuhan Sobat, seperti Tipe B, Tipe C, atau Tipe D. 

Tips memilih MCB sudah saya uraikan diatas tadi.

Langkah 4: Hubungkan Kabel

Sambungkan kabel listrik dari sirkuit yang akan dilindungi ke terminal input MCB. Pastikan koneksi kabel kuat dan aman. Perhatikan polaritas yang benar saat menghubungkan kabel (biasanya, kabel berwarna hitam atau merah adalah fase, dan kabel berwarna putih atau biru adalah netral).

Sumber : https://www.jufrika.com/

Contoh pemasangan MCB bisa Sobat lihat disini : Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya

MCB pada sistem kendali motor listrik 3 fasa

Tidak hanya digunakan untuk instalasi listrik rumah, MCB juga digunakan untuk mengamakan arus listrik dalam kegiatan listrik apapun. Termasuk untuk sistem kontrol motor 3 phase. 



Untuk mempelajari mengenai sistem kontrol motor listrik 3 fasa, bisa langsung ke pembahasan ini : Belajar Rangkaian Kendali Motor Listrik 3 fasa


Keunggulan MCB Dibandingkan dengan Pengaman Sirkuit lain

Sekarang kita tiba pada perta nyaan penting: mengapa MCB lebih unggul dibandingkan dengan pengaman sirkuit tradisional seperti sekering? Ada beberapa alasan utama mengapa MCB telah menjadi pilihan yang lebih baik dalam banyak aplikasi listrik:

1. Kecepatan Pemutusan

Salah satu keunggulan utama MCB adalah kemampuannya untuk memutus sirkuit dengan sangat cepat saat terjadi gangguan arus berlebih. Ini membantu mencegah kerusakan pada peralatan dan potensi risiko kebakaran yang dapat timbul dari arus berlebihan.

2. Pemulihan Otomatis

MCB memiliki kemampuan untuk memulihkan sirkuit secara otomatis setelah gangguan arus diatasi. Ini berarti tidak perlu mengganti komponen fisik, seperti yang diperlukan pada sekering yang meledak.

3. Kemudahan Penggunaan

MCB lebih mudah digunakan dan dipasang daripada beberapa pengaman sirkuit tradisional. MCB umumnya dilengkapi dengan indikator visual yang memudahkan identifikasi sirkuit yang terkena gangguan.

4. Efisiensi dan Daya Tahan

MCB cenderung lebih tahan lama dan efisien dalam jangka panjang dibandingkan dengan sekering tradisional. Mereka juga lebih tahan terhadap getaran dan goncangan.

Kelemahan MCB Dibandingkan dengan sekering

1. Tidak Cocok untuk Proteksi Arus Bocor (Ground Fault Protection)

MCB tidak dirancang khusus untuk melindungi dari arus bocor (ground fault), yang dapat menjadi risiko serius terutama di lingkungan yang rentan terhadap kelembaban atau percikan air. Untuk melindungi dari arus bocor, perlu digunakan perangkat seperti RCD (Residual Current Device).

2. Kemampuan Memutus Terbatas

MCB memiliki batasan kemampuan memutus arus. Mereka biasanya tersedia dalam berbagai nilai arus nominal (ampere) yang berbeda, dan pemilihan nilai yang tidak tepat bisa menyebabkan MCB tidak berfungsi dengan baik atau bahkan gagal memutus sirkuit saat diperlukan.

3. Perlu Direset Secara Manual

Setelah MCB memutuskan sirkuit karena overcurrent atau gangguan lainnya, perlu di-reset secara manual dengan menggerakkan tuasnya. Hal ini dapat menjadi tidak praktis jika MCB terletak di lokasi yang sulit diakses.

Artikel berikutnya mengenai MCB : Ternyata Ini Penyebab MCB Listrik Dirumah Sering Turun


Demikian Ulasan kali ini mengenai Apa itu MCB, dari cara kerja, fungsi, bagian-bagian hingga cara memasangnya. Saya harap tulisan ini dapat membantu Sobat untuk belajar mengenai Miniatur Circuit Breaker dalam dunia listrik.

Posting Komentar

Ahli Kelistrikan teknologi

Oleh Wijdan Sidiq R

Seorang Lulusan Teknik Listrik Tahun 2015, pernah juga Praktek Kerja di CV. AryaTech untuk pembuatan panel Listrik PT. Schneider Electric Indonesia. Juga pemilik Ruko Kondang Service tempat gulung dinamo dan refarasi berbagai alat elektronik bersama ayahnya yang sudah berpengalaman lebih dari 25 tahun.