Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya

Daftar Isi
Bismillahirrohmanirrohim

Halo Sahabat, Berjumpa lagi dengan saya, kali ini saya akan sedikit mengulas tentang Panel Hubung Bagi atau biasa di sebut PHB, Mungkin untuk sebagian orang khusus nya orang teknik pasti tidak asing dengan panel ini .

Namun saya akan sedikit menjelaskan pengertian untuk beberapa orang yang belum tahu atau paham dengan panel PHB .
Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya

Apa Itu Panel PHB ? 


Panel PHB adalah tempat pencabangan dari sebuah sirkuit yang ada pada sistem instalasi kelistrikan, dan dilengkapi dengan proteksi arus ,tidak hanya proteksi arus panel PHB juga di lengkapi dengan lampu indikator dan indikator pengukuran.

Dari ketiga hal tersebut memiliki fungsi nya masing – masing di antaranya :

PHB sebagai Proteksi Arus

Dalam hal pendistribusian arus listrik proeksi merupakan hal yang sangat penting, bisa di katakan proteksi arus menjadi pengaman bila mana ada arus beban lebih dan kosleting.

Seandainya Jika suatu instalasi listrik tidak memliki proteksi arus di khawatir kan bila ada beban berlebih dari suatu komponen seperti pompa air peralatan elektronik dan sebagai nya dapat menyebab kan panas pada kabel dan bisa berakibat fatal seperti kebakaran.

Dan disinilah peran penting proteksi arus, jika instalasi listrik dilengkapi dengan proteksi arus maka bila mana ada arus beban lebih dia akan otomais Trip atau mati dengan otomatis karena mendekteksi beban lebih entah itu bekerja dengan sensor panas atau magnetik.

Proteksi arus ini biasa kita jumpai seperti MCB, RCBO, NFB, ELCB dan sebagai nya.

PHB sebagai Lampu Indikator 

Untuk alat ini pasti orang awam pun sudah tau dan faham, Ya lampu indikator berperan sebagai tanda untuk distribusi arus panel. Untuk contoh sederhana dalam panel PHB ada 3 jalur arus listrik biasa di sebut R S T.

Untuk arus R kita kasih indikator lampu berwarna merah,
S warna kuning dan
T warna Hijau.

bila mana salah satu arus hilang atau mati katakan lah jalur arus T hilang maka lampu indikator berwarna hijau akan mati. Begitulah penjabaran sederhana nya.

PHB sebagai Indikator Pengukuran

Jika mendengar kata “pengukuran” pasti yang pertama terlintas adah AVO METER, lalu bagai mana jika indikator pengukuran dalam panel PHB, apakah avo meter juga ? tentu bukan tapi fungsinya sama hanya saja indikator pengukuran dalam panel PHB lebih spesifik dan bersifat khusus.
Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya


Avo meter adalah pengaplikasian sederhana nya,

apa saja indikator pengukuran dalam panel PHB ?

Setahu saya yang umum ada adalah Ampere Meter, Volt Meter, dan Watt Meter. Untuk beberapa kasus ada juga yang memakai sensor meter namun disini saya bahas yang umum nya saja, dari ketiga indikator pengukuran di atas memiliki fungsi nya masing – masing, apa saja?

Berikut penjelasan nya.

Amper Meter 

Amper meter adalah sebuah alat ukur yang khusus mengukur atau membaca berapa arus yang di gunakan . Dengan mengetahui besaran arus ini kita bisa menentukan berapa ampere proteksi arus yang di perlukan, luas penampang kabel, dan berapa beban yang harus di bagi.

Volt Meter

Volt adalah kata yang tidak asing cukup lumrah di kalangan masyarakat, tapi tahukah anda apa itu Volt Meter ? Volt Meter adalah indikator yang menunjukan berapa voltase tegangan yang di pakai . Dengan mengetahui besar voltase kita bisa menetukan berapa watt atau beban yang ideal untuk tegangan tersebut.

Disini kita ambil contoh ada sebuah kontaktor yang koil nya membutuhkan tegangan 380v dan kita kasih tegangan 220v, maka kontaktor tersebut tidak akan berfungsi dengan baik, begitupun sebalik nya.

Maka dari itu volt meter juga penting untuk menghindari kejadian seperti itu ,khususnya pada panel PHB.

Watt Meter

Watt meter adalah alat ukur yang membaca dan mendeteksi berapa beban yang ada di dalam pendistribusian panel PHB . Dalam beberapa kasus watt meter diperlukan sebagian orang untuk kalkulasi berapa beban yang di gunakan sehingga bisa tahu berapa tagihan listrik yang akan di bayar pada masa mendatang.
baca selengkapnya : memasang lampu Indikator Panel BOX

Apa Fungsi Panel PHB ?


Panel PHB memiliki beberapa fungsi yang di antara nya :

• Menyalurkan Listrik Yang Di Terima Sumber Utama 

Dalam hal ini panel PHB berperan menyalurkan listrik yang di terima sumber utama dan di salurkan ke beberapa group berbeda, kita ambil contoh dari pln akan mendistribusikan arus listrik ke 5 buah kandang ayam yang berbeda kapasitas dan kebutuhan listrik nya.

Dalam kasus ini tidak mungkin 5 kandang tersebut kita gabung line kabel nya dan langsung di sambung langsung ke gardu pln . maka dari itu kita membutuhkan panel PHB untuk mendistribusikan dan membagi nya.

• Sebagai Tempat Pemutus Arus 

Seperti yang sudah kita bahas di atas Panel PHB memiliki sistem proteksi arus, dan hal ini sangat dekat dengan hal pemutusan. Maka dari itu Panel PHB berfungsi sebagai pemutus arus dan sekaligus proteksi arus, seperti apa contoh nya ?

Saya ambil contoh sederhana, Jika dalam sebuah instalasi ada PHB dan Sub PHB, bilamana indikator proteksi di panel sub PHB rusak seperti terbakar atau tidak bisa trip / mati otomatis maka proteksi di panel PHB bisa memutus arus ke panel sub PHB karna panel PHB akan memdeteksi masalah tegangan di panel sub PHB apakah itu kelebihan beban kosleting arus dan sebagai nya.

• Alat Pembagi 

Dari nama nya saja panel ini adalah Panel Hubung Bagi, maka fungsinya adalah sebagai alat bagi,
Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya

Dalam satu MCB tidak boleh lebih dari 10Ampere, maka jika ada 30A daya listrik rumah, kita memperlukan 3 MCB dengan kapasitas 10A.

jika suatu instalasi terbagi menjadi beberapa group maka di butuhkan panel PHB, dan jika group – group tersebut akan membagi lagi arus listrik nya maka akan menggunakan panel pembagi lagi yang bisa di sebut panel sub PHB.


Apa Saja Jenis-Jenis Panel PHB ?


Apakah anda berfikir panel PHB adalah itu saja ? Tentu tidak. Panel PHB terdiri dari beberapa jenis, dan berikut uraian nya.

• PHB Tegangan Rendah PHB 

Tegangan Rendah adalah PHB yang penerapan nya pada tegangan rendah seperti :
  1. Box sikring pada rumah 
  2. Panel pada perumahan atau pun gedung dan industri
  3. Dan LVC (Low Voltage Cabinet) yang biasa di tempatkan pada sisi JTR. 

• PHB Tegangan Menengah PHB 

Tegangan Menengah atau bisa di sebut Gardu Distribusi adalah salah satu PHB yang berfungsi sebagai tempat pengumpul, pembagi, atau pun penyalur daya listrik ke beban.

Selain itu Gardu distribusi juga bisa di gunakan sebagai tempat untuk menurunkan tegangan, kita ambil contoh dari PLN di salurkan tegangan sebesar 20kV dan listrik di rumah-rumah memerlukan tegangan hanya sebesar 220V, maka tegangan tersebut akan masuk ke dalam gardu distribusi yang tentunya sudah di lengkapi dengan transformator stepdown.

• PHB Tegangan Tinggi PHB 

Tegangan Tinggi adalah Gardu dengan kapasitas besar dalam hal ini PHB tegangan tinggi terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu GI dan GITET. GI adalah Gardu Induk atau jenis dari PHB yang di letakan pada tegangan 70 KV, 150 KV, dan 275 KV.

GITET adalah Gardu Induk Tegangan Tinggi, sama saja dengan GI hanya saja tegangan oprasi nya lebih tinggi sebab gitet mampu beroprasi pada tegangan sebesar 500 KV.


# Cara Membuat Panel Hubung Bagi (PHB) 


Mulai dari mana kita akan merakit panel PHB ?

Oke mari kita mulai dengan beberapa hal di bawah ini.

Penataan Panel PHB

Apa itu penataan ? dan kenapa ? Penataan panel PHB di perlukan agar tersusun dengan rapi dan bisa tersimpan di tempat yang mudah di jangkau dan mudah untuk perawatan, berikut adalah sedikit tips penataan panel PHB yang bisa saya uraikan.
  • Sebuah Panel PHB harus di susun sedemikian rupa sehingga terlihat rapi dan tersusun. 
  • Tempatkan di tempat yang mudah di jangkau, untuk memudahkan perawatan atau pun memudahkan memutus arus bila mana ada kosleting pada panel sub PHB.
  • Sediakan unit keluaran berupa terminal agar penyambungan ke beban lebih mudah
  • Terminal kabel kendali dan saluran daya di tempatkan secara terpisah. 

Penandaan Panel PHB


Penandaan adalah sebuah petunjuk , untuk apa sebuah penunjuk pada panel PHB ? Tentu saja untuk memudahkan pelayanan dan perawatan pada panel PHB.

Lalu apa saja jenis penandaan pada panel PHB ? Berikut uraian nya.
  • Nomor Pengaman , Bisa untuk MCB atau pun sekering.
  • Nomor Terminal daya dan juga nomor control nya
  • Nomor Untuk kode kabel masuk dan keluar
  • Dan saya merekomendasikan agar gambar rangkaian di tempel di pintu panel untuk memudahkan membaca wiring rangkaian pada panel.
  • Warna Busbar atau penghantar di bedakan seperti contohnya Untuk 3 Fasa, Fasa R berwarna merah, Fasa S berwarna kuning, Fasa T berwarna hitam, Netral berwarna biru dan Grounding Berwarna hijau. 
Oke Langsung ke tahap selanjut nya , setelah persiapan utama selesai seperti penataan dan penandaan siap berikut nya adalah menentukan perakitan panel PHB. Saya akan bahas sedikit Beberapa hal di bawah ini mengenai perangkaian Panel PHB diantara nya.

• Tentukan beban daya konsumen yang di butuhkan. 

Seperti pembahasan sebelumnya bahwa dari mengetahui beban daya kita bisa menetukan berapa Ampere komponen Proteksi Arus pada Panel PHB .

Mari kita uraikan dengan contoh sederhana.
Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya

Dari diagram di atas bisa kita lihat beberapa komponen pengaman seperti NFB 100A, dan 3 buah MCB 32A

Cara kerja rangkaian PHB di atas adalah 3 buah beban daya yang masing – masing memiliki kapasitas 32 Ampere memiliki sirkuit pengaman utama NFB sebesar 100A.

Bila mana custumer atau penggunaan pada salah satu beban terjadi konsleting maka MCB 32Ampere akan trip.

Katakanlah beban 2 terjadi trouble maka yang akan terputus hanyalah jalur dari MCB C32 beban 2 saja dan tidak akan mengganggu jalur yang lain.
Bingung dengan istilah MCB, NFB dan lainnya, baca ini : macam alat pengaman listrik (Circuit Breaker)

Bisakah NFB 100A itu trip dan memutus arus otomatis ? Tentu saja bisa dengan ketentuan:

1) Ada penambahan beban besar tanpa memperhitungkan kapasitas NFB 

Kita lihat pada gambar beban dari NFB 100A adalah 3 Buah mcb 32A jika kita gabungkan maka total Ampernya adalah 96A maka dari itu utama nya kita kasih 100A karna di pasaran setahu saya yang ada adalah 100A bukan 96A.

2) Short Sirkuit 

Jika ada kosleting dari suatu beban misal beban 3 mengalami short dan pengaman nya yaitu mcb c32A mengalami kerusakan seperti meleleh karna panas, sirkuit pemutus tidak bekerja, maka NFB sebagai power utama akan mendeteksi masalah dan akan langsung memutuskan arus atau trip dengan sendirinya.

Baik langsung saja ke pembuatan nya.

  • Setelah penentuan beban siap selanjut nya menentukan Box panel, Berapa Besar, Panjang, Lebar dan Tebalnya.
  • Selanjutnya siapkan platbar / bus bar untuk jalur distribusi daya 3 fasa yaitu R S T Netral dan Ground
    Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya
  • Buatlah dudukan busbar menggunakan isolator bar
  • Tentukan letak komponen pada papan panel, dalam hal ini jika posisi nya menurun biasanya power utama di atas dan beban di bawah, jika di susun menyamping maka power utama di posisi pertama dan beban di urutan selanjutnya.
    Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya
  • Jika sudah, pasanglah kabel dari power utama ke setiap beban
    Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya
  • Berilah tanda pada setiap kabel wiring
    Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya
  • Pasang indikator sebagai tanda, bisa itu indikator lampu atau pun indikator pengukur 
  • Jika sudah rapihkan dan cek jalur setiap wiring agar tidak terjadi kesalahan
  • Pastikan ke kencangan sambungan dari busbar, power utama dan ke beban sangat kuat dan rapat, karna instalasi jenis ini bermuatan beban daya yang cukup berat sehingga bila mana ada kelonggaran sedikit saja bisa menimbulkan panas atau percikan api. 
Dan Di bawah ini adalah contoh sederhana panel PHB yang saya miliki
Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya

di atas adalah contoh sederhana panel PHB,

dari sana bisa kita lihat komponen tersusun ke pinggir yang artinya komponen yang pertama adalah power utama dan selanjutnya adalah beban masing -masing group. Disana ada juga 3 buah fuse sebagai penyambung ke indikator lampu.

Nah bagaimana apakah sampai disini anda sudah sedikit faham tentang cara pembuatan panel PHB ?

semoga ini dapat sedikit menambah pengetahuan anda tentang Bagaimana Cara Membuat Panel PHB.

Lalu apakah kontruksi panel PHB ada banyak ?
Panel Hubung Bagi (PHB) : Definisi, Jenis dan cara pasangnya


Tentu saja, Kontruksi Panel PHB terbagi menjadi beberapa jenis dan berikut daftar nya.

1) Kontruksi Terbuka PHB 

dengan konstruksi terbuka adalah sebuah panel PHB yang pada bagian aktif ataupun bertegangan seperti contohnya Rel, terminal dan juga penghantar bisa terlihat dari berbagai sisi atau sudut pandang.

Dan panel PHB dengan konstruksi ini hanya boleh di terapkan pada ruangan tertutup , dan dalam pengoprasian nya juga harus di tangani oleh seorang yang profesional. Jadi buat anda yang masih coba – coba jangan terjun langsung ke PHB dengan konstruksi ini kecuali jika di awasi oleh orang yang sudah terampil atau profesional.

2) Konstruksi Semi Tertutup PHB 

dengan konstruksi ini adalah berupa panel PHB yang di lengkapi dengan pengaman yang dapat mencegah agar tidak terjadi kontak dengan bagian – bagian yang bertegangan pada panel PHB .

Dan untuk pengaman ini biasanya di pasang pada bagian saklar operasi muka, sehingga operator tidak perlu menyentuh bagian yang bertegangan pada PHB .

Namun demikian jenis panel PHB ini tidak semua tertutup seperti pada bagian belakang dan sisi. Untuk jenis konstruksi PHB ini hanya di perbolehkan pada ruangan tertutup.

3) Konstruksi Lemari PHB 

jenis ini biasa di sebut Konstruksi cubicle juga karna semua sisi nya tertutup sehingga tidak ada akeses dengan komponen – komponen yang bertegangan selama pengoprasian.

Dan karena semua sisi nya tertutup kontruksi panel PHB ini tidak harus di pasang pada ruangan tertutup atau bisa juga pada tempat – tempat umun, tapi tetap dalam pengoprasian nya harus di lakukan oleh seorang profesional.

Konstruksi PHB jenis ini ada yang di buat dengan sistem laci, yang dimana bila ada perbaikan kita cukup tarik keluar dan dorong kembali ke dalam jika sudah selesai.

4) Konstruksi Kotak / BOX

Konstruksi ini ada yang terbuat dari bahan isolasi, plat logam, baja tuang, dan sebagai nya. Dan di dalam kotak nya juga sudah di lengkapi dengan tempat komponen , sekering, alat penikat, dan sebagai nya.

Nah sobat bagaimana dengan uraian di atas apakah anda cukup puas ? semoga postingan yang saya beri bisa bermanfaat dan menambah wawasan untuk anda yang sedang mencari Cara Bagai Mana Membuat Panel PHB. Mungkin sekian dari saya , salam dan Terimakasih

Penulis : Adnan Azdana
Editing : Wijdan GRT
Publish : www.kelistrikanku.com


Artikel ini merupakan artikel dari BAB Instalasi listrik rumah. Jika baru bergabung bersama kami dalam membahas instalasi listrik rumah yuk kunjungi belajar Instalasi listrik rumah untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Jika sobat sedang membaca BAB ini mari lanjutkan membaca next BAB
BAB 6 Cara membaca diagram garis BAB 8 mengenal sistem pentanahan (Grounding)

Jangan lupa share ya....

2 komentar

Diskusikan pertanyaan sobat disini
Comment Author Avatar
25 September 2021 pukul 22.26 Hapus
makasih gan, sangat bermanfaat untuk mahasiswa teknik elektro seperti saya
Comment Author Avatar
1 November 2021 pukul 18.30 Hapus
sama-sama...
Ahli Kelistrikan teknologi

Oleh Wijdan Sidiq R

Seorang Lulusan Teknik Listrik Tahun 2015, pernah juga Praktek Kerja di CV. AryaTech untuk pembuatan panel Listrik PT. Schneider Electric Indonesia. Juga pemilik Ruko Kondang Service tempat gulung dinamo dan refarasi berbagai alat elektronik bersama ayahnya yang sudah berpengalaman lebih dari 25 tahun.