Memahami Relay Dari Fungsi Sampai Ke Bagian paling Detail

Daftar Isi

 Bismillahirrohmairrohim

Mengenal apa itu Relay fungsi dan cara kerjanya

Tahukah kamu benda apakah yang ada diatas?

Jawab :

"Relay dong pasti. Makanya saya membaca artikel ini dan dalam judulnya juga sudah terbaca jelas bahwa dalam artikel ini akan membahas Relay pak,"

Mungkin Sobat berkata seperti itu. Jika tidak berarti saya yang kepedean... xixixi

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai sebuah alat atau komponen kelistrikan yang cukup unik yaitu Relay, kenapa disebut unik? Karena komponen kecil namun dapat mengendalikan sistem rangkaian. Keren bukan?

Oleh karena itu, saya akan membahas Relay dari mulai Prinsif kerja, bagian-bagian didalamnya, sampai contoh pemasangan Relay pada sebuah rangkaian elektrik dan elektronika.

Baik,,, Yang pertama

Apa Itu Relay ?

Mengenal apa itu Relay fungsi dan cara kerjanya

Meskipun mungkin sebagian dari Sobat sudah tahu apa itu relai, 

Namun tahukan sobat bahwa,

Relai ternyata tidak hanya terbentuk dari koil yang dapat mengubah kontak hubung. Relai ternyata lebih komplek dari itu. 

Relay adalah komponen elekrik berupa saklar yang berfungsi untuk menghubung dan memutus arus listrik dengan pengaruh gaya lain untuk mengubah kontak hubung pada relay tersebut.

Salah satu energi mekanik yang paling umum digunakan untuk mengubah kontak hubung pada relay adalah magnet (koil). Relai ini sering juga di sebut Relay Elektromagnetik.

Relay elekromagenetik memiliki dua bagian utama yaitu koil sebagai bagian pemberi energi elekromagnetik dan kontak hubung yang berfungsi menghubung dan memutus aliran arus listrik sesuai dengan perintah kerja yang telah di setting sebelumnya.

Komponen Utama Pada Relay

Relay adalah sebuah komponen yang komplek, yang memiliki banyak bagian-bagian didalam satu buah relai. Namun, setidaknya ada dua bagian utama pada relai, yaitu bagian penggerak, dan bagian kontak hubung.

Mengenal apa itu Relay fungsi dan cara kerjanya

agar lebih mudah di lihat... (Khusus yang malas baca)

  • Bagian penggerak
  • Bagian Kontak hubung
Nah, Ternyata relai memiliki banyak cara untuk di gerakan, mari simak ulasan dibawah untuk lebih memahaminya :

Jenis-jenis Energi Penggerak Relai

Untuk lebih memahani relai, sebaiknya kita ketahui dulu jenis-jenis relai yang akan diluas dibawah ini agar nanti sobat dapat lebih mudah memahami bagaimana cara kerja relai sesuai dengan jenis relai itu sendiri.

1. Relay Elektromagnetik

Macam/jenis relay

Relai Elektromagnetik adalah jenis relai yang menggunakan koil sebagai energi pengubah kontak hubung posisi relai. ketika sumber listrik masuk ke bagian A1-A2 untuk menghidupkan relai, koil relai akan menarik tuas penggerak yang nantinya menggerakan kontak hubung baik dari terhubung menjadi terputus atau sebaliknya.

Relai Elektromagnetik ini paling banyak digunakan di panel listrik, rangkaian motor listrik 3 fasa dan aneka kegiatan industri lainnya.

Relay Elektromagnetik terbagi lagi menjadi beberapa jenis relay, sesuai dengan bagaimana magnet ini digunakan pada relai. 

  • Relai Elektromagnetik daya tarik : Yang memiliki prinsif kerja menarik batang logam oleh gaya elektromagnetik
  • Relai Elektromagnetik Induksi : Berprinsif kerja menggerakan piringan konduktor oleh gaya magnet
  • Relai Elektromagnetik Penahan : Menggunakan magnet permanen ber remitansi tinggi untuk menggerakan kontak hubung

2. Solid State Relay (SSR)

Macam/jenis relay
Sumber : https://www.electricaltechnology.org/


Relai elektromagnetik memiliki banyak kekurangan, salah satu kekurangan dari relai ini adalah adanya bagian mekanik sehingga akan membuat relain cepat aus. Oleh sebab itu hdari SSR yang menawarkan keefesienan yang lebih baik lagi, karena tidak ada bagian yang bergerak di dalamnya

SSR bekerja dengan Solid State sebagai energi utamanya. Relai akan bekerja dengan sebuah perangkat semikonduktor, Solid State Tipe TRIAC bertugas sebagai kontak hubung utama dan PHOTOTRIAC sebagai penghubung input dan saklar utama.

3. Relay Thermal

Macam/jenis relay

Relai Thermal adalah relai yang akan bergerak bila ada energi panas yang mempengaruhinya. Dimana, kenaikan suhu pada thermal akan mengubah kontak hubung pada relai. Termal Relay ini banyak digunakan untuk pengaman motor listrik 3 fasa. Nama pengaman ini adalah Thermal Overload Relay

4. Reed Relay

Macam/jenis relay

Reed Relay ini memiliki tenaga penggerak berupa Reed atau buluh yang nantinya menghubungkan dan memutuskan kontak. Meskipun pada prakteknya, Reed Relay ini tetap membutuhkan energi elektromagnetik untuk mengubah Reed/Buluh tersebut.


Jenis Kontak Hubung (Pole & Throw) pada Relay 

Dalam dunia kelistrikan, terdapat banyak jenis relai yang dapat digunakan. Relai dapat dibedakan dari kontak hubung yang dimilikinya. Mirip sekali dengan jenis-jenis saklar, jenis relai juga dibedakan dari Pole & Throw yang dimilikinya. Yaitu :

  1. Single Pole Single Throw
  2. Single pole Double Throw
  3. Double Pole Double Throw (DPDT Relay)
  4. Double Pole Single Throw (DPST Relay)
Sepertinya Artikel ini akan cukup penting diketahui : Mengenal istilah TPDT DPDT DPST SPDT SPST sebagai saklar kelistrikan

1. Single Pole Single Throw (SPST Relay)

Jenis relay dari kontak hubung Pole Throw

Relay Tipe ini memiliki 4 kontak hubung yaitu 2 kontak hubung untuk suply arus pada bagian penggerak, dua kontak lain sebaai pole dan Throw. Pada jenis relai ini dibedakan lagi menjadi dua, apakah yaitu relai NO dan Relay NC.

2. Single Pole Double Throw (SPDT Relay)

Jenis relay dari kontak hubung Pole Throw

Relay Tipe ini memiliki 5 kontak hubung. 2 untuk supply arus utama pada energi penggerak (elektromagnetik), 3 untuk saklar. 1 kontak sebagai Pole dan dua sebagai Throw. 

3. Double Pole Single Throw (DPST Relay)

Jenis relay dari kontak hubung Pole Throw

Relai ini memiliki 6 kontak hubung. 2 untuk supply arus utama dan 4 untuk kontak hubung.

4. Double Pole Double Throw (DPDT Relay)

Jenis relay dari kontak hubung Pole Throw

Relai ini memiliki 8 kontak hubung. 2 untuk supply arus utama dan 6 untuk kontak hubung.

Jenis-jenis Relay diatas terbagi menjadi dua jenis, yaitu relay NO dan NC :

Jenis relay dari kontak hubung Pole Throw

  • Relay NC adalah Relay yang pada kontak hubung saklarnya berposisi terhubung, dan akan terputus bila Relay diaktifkan;
  • Relay NO sebaliknya, dimana relay ini berapa pada posisi terputus dan akan terhubung bila relai diaktifkan.

Fungsi atau Kegunaan Relay

Kenapa harus menggunakan relay ? Toh, jatuhnya kita malah menambah beban listrik untuk menghidupkan koil pada relai...

...Mungkin itu yang ada dalam benak sobat ini. 

Ada beberapa keuntungan menggunakan relai, 

...Pertama

Relai dapat membantu mengendalikan sistem tegangan besar dengan bantuan rangkaian kendali tegangan rendah. 

Sehingga sobat dapat diuntungkan dengan penggunaan kabel dan komponen yang lebih kecil dalam sistem kendali, dan hanya menggunakan komponen dan kabel besar untuk sistem tenaga saja.

...Kedua

Yang dapat sobat dapatkan ketika menggunakan relai adalah dapat mengubah lebih dari satu kondisi.

Misalnya...

Ketika menghidupkan relai, sobat bisa mematikan lampu, sekaligus menghidupkan lampu lainnya.


Relai adalah komponen elektrik yang cukup penting dan banyak diaplikasikan pada berbagai keperluan seperti :

1. Pengendali arus listrik mobil dan sepeda motor

Relay pada mobil digunakan di bagian starter, dimana agar mobil dapat digunakan maka, starter digunakan, dan untuk menghidupkan starter membutuhkan arus besar. Dengan adanya relai kita dapat menghidupkan arus yang besar dengan daya yang kecil.

2. Alat Bantu pada Rangkaian kendali berbasis PLC

Fungsi & Kegunaan Relay ListrikPLC merupakan otak dari sistem kendali rangkaian listrik, namun tidak mampu memuat arus yang besar, sehingga membutuhkan bantuan relai untuk meneruskan perintah dari PLC tersebut. Biasanya, pada rangkaian kendali, Relai akan menghidupkan kontaktor magnet yang memiliki daya arus tinggi.

3.Sangat diandalkan untuk sistem kontrol digital

Relai memiliki keahlian dalam kemampuan switching yang tinggi namun dengan arus yang rendah, sehingga relai ini sangat diandalkan sebagai salah satu komponen untuk yang diandalkan.

4. Relai untuk klakson

Sama halnya penggunaan relai pada umumnya, relai pada klakson mobil atau motor adalah untuk membantu mengalirkan aliran listrik besar pada klakson dari saklar melalui relai. Dengan adanya relai pada klakson, akan membantu saklar klakson lebih awet.


Mengenal Cara kerja Relai Elektromagnetik

Sebenarnya, prinsif kerja dari Relay eletkromagnetik sama dengan prinsif kerja kontaktor magnet yaitu dengan adanya tarikan dari medan magnet buatan atau koil (elektromagnetik), sehingga kontak hubung yang semula NC (tersambung) menjadi NO (Terputus)  dan sebaliknya, yang sebelumnya NO menjadi NC. 

Cara kerja / prinsif kerja Relay Elektromagnetik
Sumber : https://www.homemade-circuits.com/

Perbedaan Relay elektromagnetik & Kontaktor magnet

Tujuan Relay Dibuat sama dengan tujuan dari kontaktor magnet dibuat sob, yang lebih diunggulkan dari relay adalah lebih mini dari segala hal. 

Mini dari bentuk dan kapasitas tentunya. Maka dari itu, penggunaan relay dapat ditemukan di bagian kendali sementara kontaktor magnet pada bagian tenaga. 

Relay ini juga bisa disebut Kontaktor magnet mini versi Blog ini hehe


Bagian-bagian Relay elektromagnetik 8 Kontak hubung

Diatas memang sudah kita bahas tentang bagian atau komponen apa saja yang ada pada relay, namun masih intinya saja. Berikut ini bagian pada relay yang lebih detail lagi.

Perhatikan gambar dibawah ini :

bagian -bagian Relay Elektromagnetik

  1. (1) Sebagai tombol Reset atau cek, yang berfungsi menggerakan kontak hubung di dalam, sehingga proses perpindahan kontak hubung dapat dicek meskipun arus listrik belum masuk pada koil A1 dan A2 pada Relay itu sendiri.
  2. (2) Body relay sebagai isolasi dan melindungi dari kontak langsung manusia
  3. Merupakan pegas sebagai penahan agar penghantar bagian dalam tidak akan bergerak sebelum tombol cek dan motor magnet bekerja;
  4. Penghantar bagian dalam yang befungsi sebagai lintasan pemindahan arus dari penghantar luar satu ke yang lainnya;
  5. Penghantar luar NC yaitu penghantar yang dapat menghatarkan arus dari common (arus masuk) bila relay dalam keadaan mati;
  6. Penghantar luar (kontak) NO yang dapat menghantarkan arus dari common bila relay sudah hidup atau tombol cek ditekan. Jika dalam Dioda disebut katoda;
  7. Motor listrik atau elektromagnetik yang akan menarik penghantar bagian dalam sehingga merubah hubungan arus dari NC dan NO;
  8. Jalur listrik yang akan masuk ke bagian motor penggerak sehingga medan elektromagnetik dapat bekerja, dan keluarannya biasa disebut A1 dan A2
  9. Penghantar luar arus masuk (common) jika dalam Dioda disebut Anoda. Arus masuk tersebut akan diproses oleh relay. Keluarannya terdapat pada nomor 5 dan 6

Sebuah Relay biasa dipasangkan dengan terminalnya. Selain mempermudah, adanya terminal dapat menunjukan nama dari setiap kontak hubung yang banyak dari relay tersebut. Berikut contohnya :

Terminal kontak hubung Relay Elektromagnetik

Setelah melihat gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa :

  • arus listrik yang masuk (input) relay berada pada Common yang terdiri dari Nomor 9 – 10 – 11 – 12, 
  • 1 – 2 – 3 – 4 Ouput NC;
  • 5 – 6 – 7 – 8 Output N..

Bagi yang kebingungan mengetahui kontak hubung apakah ini, apakah NO atau NC, silahkan periksa sendir dengan Tips ini

Cara mengetahui fungsi dari setiap kontak hubung pada komponen kelistrikan

Kembali pada terminal, kesimpulan kedua, bahwa untuk input arus (common) bernomor 9 akan terhubung pada Nomor 1 NC sebelum relay hidup dan berpindah output menjadi pada nomor 5 bila relay telah hidup sebagai NO

Dengan catatan

Relay yang saya contohkan diatas adalah Relay Schneider Electric yang memiliki Terminal kontak hubung seperti diatas

 

Contoh Rangkaian Relay Elektromagnetik

Contoh Rangkaian Relay sendiri adalah seperti ini

Contoh Pengaplikasian Relay Elektromagnetik
Relay Tipe SPDT

Perhatikan gambar diatas

Pada gambar diatas dijelaskan bahwa ada dua lampu dan dua sumber arus listrik. Maksud dari dua sumber ini (baterai dan sumber utama). 

Kedua Lampu itu memiliki arus DC sehingga harus dialiri arus DC. Dan fungsi Relay adalah untuk menggantikan arus dari baterai yang semula pada lampu 1 ke lampu 2

Ketika saklar diaktifkan, maka akan ada arus listrik yang masuk dari sumber utama pada A1 dan A2 pada Relay dan akan mengubah kontak hubung NC menajadi NO dan NO menjadi NC. 

Sehingga arus yang mulanya masuk pada lampu 1 berpindah ke lampu 2

Demikian Artikel kali ini saya buat, semoga dapat bermanfaat dan dapat membantu masalah sobat

Bila artikel ini dirasa bermanfaat, Jangan lupa share OK... 1 share teman, sangat bermanfaat bagi perkembangan blog butut ini...

Posting Komentar

Ahli Kelistrikan teknologi

Oleh Wijdan Sidiq R

Seorang Lulusan Teknik Listrik Tahun 2015, pernah juga Praktek Kerja di CV. AryaTech untuk pembuatan panel Listrik PT. Schneider Electric Indonesia. Juga pemilik Ruko Kondang Service tempat gulung dinamo dan refarasi berbagai alat elektronik bersama ayahnya yang sudah berpengalaman lebih dari 25 tahun.