Mari membahas Relay Elektromagnetik

Mari membahas Relay Elektromagnetik
               
                 Bismillahirohmanirohim
Relay Elektromagnetik

Tahukah kamu benda apakah yang ada diatas?

Relay donk pasti, makanya saya membaca artikel ini dan dalam judulnya juga sudah terbaca jelas bahwa dalam artikel ini akan membahas Relay pak,

mungkin sobat berkata seperti itu? Jika tidak berarti saya yang kepedean

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai sebuah alat atau komponen kelistrikan yang cukup unik yaitu Relay, kenapa disebut unik? Karena barang kecil namun dapat mengendalikan sistem rangkaian. Keren bukan?

Oleh karena itu saya akan membahas Relay dari mulai Prinsif kerja, bagian – bagian didalamnya, sampai contoh pemasangan Relay pada sebuah rangkaian elektric dan elektronic

Yang pertama

Prinsif kerja

Sebenarnya, prinsif kerja dari Relay sama dengan prinsif kerja dari kontaktor magnet yaitu dengan adanya tarikan dari medan magnet buatan atau koil (elektromagnetik) sehingga kontak hubung yang semula NC (tersambung) menjadi NO (Terputus)  dan sebaliknya sesuai dengan relay itu sendiri

Relay biasanya digunakan sebagai saklar semi otomatis pada sebuah rangkaian bahkan beberapa komputer yang pernah dibuat menggunakan Relay untuk menginplementasikan Gerbang Boolen

Tujuan Relay Dibuat sama dengan tujuan dari kontaktor magnet dibuat sob, yang lebih diunggulkan dari relay adalah lebih mini dari segala hal. Mini dari bentuk dan kapasitas tentunya. Maka dari itu Relay ini juga bisa disebut Kontaktor magnet mini versi Blog ini hehe

Selain itu, yang membedakan Relay dari Kontaktor magnet adalah kontak hubung yang berpindah dan bukannya terputus. Maksudnya adalah bila pada kontaktor magnet satu input dibarengi dengan output dan tergantung jenis kontak hubung tersebut apakah NO atau NC.

Bila pada Relay, output arus ada 2, yaitu NO dan NC. Maka dari itu, penggunaan Relay lebih menguntungkan dari pada kontaktor magnet
Relay Elektromagnetik

Coba perhatikan gambar

Bila pada Relay yang ditunjukan pada gambar sebelah kiri hanya membutuhkan 1 input untuk 2 fungsi sekaligus. Berbeda dengan kontaktor magnet yang membutuhkan 2 input untuk 2 output

Prinsif relay sendiri sama dengan saklar tukar atau saklar hotel karena mengalihkan

Tejuan relay adalah untuk memindahkan lebih banyak kontak hubung NC ataupun NO dalam satu sentuhan atau energi lain

Sentuhan = maksudnya tindakan manusia dengan menekan tombol sehingga relay dapat berfungsi
Energi lain = maksudnya terhubungnya kontak NO kontaktor magnet yang terhubung langsung dengan koil relay sehingga secara bersamaan relay dapat aktif

Namun, kapasitas dari Relay tidak sebesar kontaktor magnet yang dapat memindahkan Arus listrik 3 fasa. Relay hanya dapat memindahkan beban kecil seperti halnya listrik rumahan

Sebelum pembahasan dilanjutkan, sobat harus mengetahui skema dan bagian – bagiannya terlebih dahulu agar lebih paham prinsif kerja dan cara pemasangannya
Perhatikan gambar dibawah ini :
Relay Elektromagnetik

1 adalah sebagai tombol Reset atau cek yang berfungsi menggerakan penghantar bagian dalam sehingga proses keluar masuk arus listrik dapat dicek meskipun arus listrik belum masuk pada koil A1 dan A2 pada Relay itu sendiri

2 Body relay sebagai isolasi dan melindungi dari kontak langsung manusia

3 adalah pegas sebagai penahan agar penghantar bagian dalam tidak akan bergerak sebelum tombol cek dan motor magnet bekerja

4 penghantar bagian dalam yang befungsi sebagai lintasan pemindahan arus dari penghantar laur satu ke yang lainnya

5 penghantar luar NC yaitu penghantar yang dapat menghatarkan arus dari komen (arus masuk) bila relay dalam keadaan mati

6 penghantar luar (kontak) NO yang dapat menghantarkan arus dari komen bila relay sudah hidup atau tombol cek ditekan. Jika dalam Dioda disebut katoda

7 Motor listrik atau elektromagnetik yang akan menarik penghantar bagian dalam sehingga merubah hubungan arus dari NC dan NO

8 jalur listrik yang akan masuk ke bagian motor penggerak sehingga medan elektromagnetik dapat bekerja, dan keluarannya biasa disebut A1 dan A2

9 penghantar luar arus masuk (comen) jika dalam Dioda disebut Anoda. Arus masuk tersebut akan diproses oleh relay. Keluarannya terdapat pada nomor 5 dan 6

Sebuah Relay biasa dipasangkan dengan terminalnya. Selain mempermudah, adanya terminal dapat menunjukan nama dari setiap kontak hubung yang banyak dari relay tersebut. Berikut contohnya
Relay Elektromagnetik

Setelah melihat gambar diatas, dapat disimpulkan bahwa arus listrik yang masuk (input) relay berada pada Comen yang terdiri dari Nomor 9 – 10 – 11 – 12, dan output arus terdiri dari nomor 1 – 2 – 3 – 4 NC 5 – 6 – 7 – 8 sebagai NO kontak hubung.

Bagi yang kebingungan mengetahui kontak hubung apakah ini, apakah NO atau NC, silahkan periksa sendir dengan Tips ini

Kembali pada terminal, kesimpulan kedua bahwa untuk input arus (comen) bernomor 9 akan terhubung pada Nomor 1 NC sebelum relay hidup dan berpindah output menjadi pada nomor 5 bila relay telah hidup sebagai NO

Dengan catatan
Relay yang saya contohkan diatas adalah Relay Schneider Electric yang memiliki Terminal kontak hubung seperti diatas

Cara Kerja Relay

Cara kerja dari Relay sendiri adalah seperti ini
Relay Elektromagnetik

 Perhatikan gambar diatas

Pada gambar diatas dijelaskan bahwa ada dua lampu dan dua sumber arus listrik. Maksud dari dua sumber ini (baterai dan sumber utama). Kedua Lampu itu memiliki arus DC sehingga harus dialiri arus DC. Dan fungsi Relay adalah untuk menggantikan arus dari baterai yang semula pada lampu 1 ke lampu 2

Ketika saklar diaktifkan, maka akan ada arus listrik yang masuk dari sumber utama pada A1 dan A2 pada Relay dan akan mengubah kontak hubung NC menajadi NO dan NO menjadi NC. Sehingga arus yang mulanya masuk pada lampu 1 berpindah ke lampu 2

Demikian Artikel kali ini saya buat, semoga dapat bermanfaat dan dapat membantu masalah sobat

Jangan lupa share OK

0 Response to "Mari membahas Relay Elektromagnetik"

Post a Comment

Paling Populer

terima update Blogku dengan EMAIL