Kenapa Ada 1 phase dan 3 phase Pada Listrik ? Ini Uraiannya

Perbedaan listrik 1 phase dan 3 phase

Bismillahirrohmanirrohim

Mengenal apa itu Listrik 1 fasa dan 3 Phase

Jika sobat mempelajari listrik lebih lanjut, sobat tak hanya akan mengenal listrik dua kabel saja. 

Yang satu fasa (L) dan satu lagi netral (N), dihubungkan ke stop kontak untuk menyalakan alat elekronik.

Ada lagi satu kabel listrik lain yang berwarna hijau kuning untuk Grounding atau arde. 

...Itu listrik standar

untuk Instalasi Listrik Rumah. 

listrik juga dibedakan dari jenis arusnya. Ada yang arus AC, ada juga yang DC. Apalagi itu ? 

Baca saja disini : Perbedaan Arus AC dan DC

Tidak cukup disitu saja. 

Listrik juga di bedakan dari jumlah fasanya. 

Apa itu kabel Fasa ?

Kabel fasa adalah jenis kabel listrik yang memiliki energi listrik, cirinya ketika di testpen, maka testpen akan menyala, mengeluarkan Api, tuser menyebutnya.

Misalnya, pada stop kontak. Stop kontak yang bagus bila sobat menyolokan testpen pada lubang satu, akan menyala dan satu lagi tidak.

Itu menujukan kabel fasa (menyala) dan netral (tidak menyala).

Selengkapnya : Yang di Maksud Fasa, Netral dan Ground

Listrik 3 fasa dibekali dengan 3 kabel. Dan ketika di testpen, ketiga kabel tersebut akan menyala. Karena ketiga-tiganya adalah kabel fasa.

Itu kira-kira sederhananya

Apa Fungsi Listrik 1 Phase dan 3 Phase ?

Fungsi Listrik 1 Phasa

Listrik 1 Phase digunakan untuk menghidupkan barang-barang yang disupply dengan arus 1 fasa. Semua peralatan rumah tangga listrik seperti pompa air, kulkas, mesin cuci, blender, mixer di supply dengan arus 1 phase. 

Listrik 1 fasa merupakan standar untuk digunakan di kebutuhan rumah-rumah mengenah ke bawah. Penggunaan Listrik 1 fasa dinilai lebih mudah dan sederhana dari mulai pemakaian dan perhitungan daya.

Serta hampir 90% Peralatan listrik umum menggunakan listrik 1 Fasa. 

Lalu kenapa harus ada listrik 3 Fasa ?

Fungsi Listrik 3 Phase

Listrik 3 Phase digunakan untuk menghidupkan peralatan listrik yang harus di supply dengan 3 phase, umumnya motor listrik 3 phase. 

Motor listrik 3 fasa memiliki banyak keunggulan yang tidak dimiliki oleh motor listrik (dinamo) 1 fasa. Salah satunya dapat memberikan tenaga yang lebih besar. 

Perbedaan Motor Listrik 3 fasa dan 1 Phase
Motor Listrik 3 Fasa dan 1 fasa

Selengkapnya : Kelebihan motor listrik 3 fasa dibandingkan motor listrik 1 fasa

Selain Untuk motor listrik 3 fasa, listrik 3 fasa juga sering digunakan untuk mensupply rumah-rumah mewah, apartemen, sekolah, perkantoran, gedung bertingkat dan industri yang membutuhkan supply listrik yang besar.

Kenapa gedung, perkantoran dan Industri tidak menggunakan arus 1 fasa saja ?

Toh peralatannya banyak yang 1 fasa kan

Untuk Motor listrik 3 fasa mungkin sudah jelas ya, karena memang secara sistem dia membutuhkan listrik 3 fasa untuk supplynya. 

Bagaimana dengan Gedung, perkantoran, pabrik-pabrik yang banyak peratannya, masih menggunakan listrik 1 fasa ?

Beberapa alasan Kenapa Lingkup yang besar tidak menggunakan listrik 1 fasa seperti :

  • Tidak efisien, sebab umumnya, listrik yang dibutuhkan industri dan gedung itu besar. Bisa sampai ribuan watt. Jika menggunakan listrik 1 fasa yang hanya di bekali tegangan 220 V Fasa ke netral  (standar Indonesia) dan 1 kabel fasa, maka akan membutuhkan kabel penghantar dengan luas penampang yang besar. Sebab semakin kecil tegangan, semakin besar arus.
  • Berbeda dengan bila kita menggunakan listrik 3 Phase dengan tegangan 380 V fasa ke fasa (standar Indonesia) dengan 3 kabel maka arus akan lebih kecil dan kabel penghantar yang dibutuhkan lebih kecil pula.

Contoh :
Beban 5000 watt jika dibandingkan
 1 fasa 220 Volt = 22 Ampere --- 3 fasa 380 Volt 7.5 ampere
  • Listrik 1 Fasa memiliki batas maksimal beban penggunaan yaitu 10 Ampere atau 2200 watt. Sedangkan Gedung-gedung dan industri memiliki daya yang lebih dari itu.
  • Lift dan Mesin industri membutuhkan supply langsung 3 fasa.

Bagaimana dengan Lampu dan peralatan rumah tangga listrik yang dispply dengan 1 fasa. Apakah listrik 3 fasa bisa menggantikannya ?

Listrik 3 Phase pada gedung-gedung  dan rumah mewah umumnya masuk dulu ke sebuah peralatan listrik yang disebut Panel Hubung Bagi (PHB)

Dimana, di panel ini masing-masing fasa akan dipisahkan dan disalurkan ke beberapa ruangan yang berbeda bersama dengan netral untuk supply arus 1 fasa.

Dan menyalurkan listrik 3 fasa secara langsung ke ruangan-ruangan yang membutuhkan listrik 3 fasa secara langsung seperti untuk Lift.

Fungsi Listrik 1 fasa dan 3 fasa sebagai pembagi daya
Bukannya tegangannya berbeda antara 1 fasa dan 3 fasa ?

Begini Rumusnya :
Fasa ke fasa akan menghasilkan tengangan 380 V
Sedangkan fasa ke netral menghasilkan tegangan 220 V

sehingga bila kita memiliki supply 3 fasa dan ingin menghidupkan beban 1 fasa tinggal hubungkan saja 1 fasa dari sistem 3 fasa dan netral pada beban tersebut. 

Cukup gitu saja

Kabel Netral dihasilkan dari gardu step down. Maka jika kita memilih menggunakan listrik 3 fasa untuk kebutuhan, kita akan di beri 4 kabel, 3 kabel fasa dan 1 kabel netral.

Mengenal  Gelombang Sinus Listrik 1 Phase dan 3 Phase

Jika kita melihat sinyal listrik yang di proyeksikan oleh sebuah alat ukur bernama Oscilloscope, Listrik AC 1 phase berbentuk gelombang sinusoidal. 

Tegangan daya 1 fasa mencapai puncak pada sudut 90 derajat. Listrik 1 fasa membawa arus dari sumber ke beban (misalnya lampu) dan kabel netral untuk jalur balik arus dari beban ke sumber. 

Gelombang sinus Listrik 1 fasa
Sumber : akhdanazizan.com/


Sedangkan Listrik 3 Fasa terdapat beda fasa sebesar 120 derajat antara phase yang satu dan fasa lainnya. 

Pada listrik 3 fasa, selama siklus 360 derajat, setiap fasa akan mencapai puncak selama dua kali. dan daya tidak pernah turun ke nol. 

Maka dari itu, listrik 3 fasa memiliki kemampuan yang stabil untuk beban yang tinggi, sehingga banyak digunakan untuk industri-industri.

Gelombang sinus Listrik 3 fasa

Kekurangan kelebihan Listrik 1 Fasa dan 3 fasa

Kelebihan Listrik 1 Fasa

  • Karena hanya dibekali dengan 2 kabel (L-N) maka sistem kelistrikannya lebih sederhana dan tidak membutuhkan biaya yang mahal.
  • Kebanyakan peralatan listrik mengggunakan supply 1 fasa seperti kipas angin, pompa air, mesin cuci, kulkas, TV dan lain sebagainya.
  • Pemasangan lebih murah

Kekurangan Listrik 1 fasa

  • Arus maksimal 10 Ampere atau 2200 watt. Sehingga tidak bisa diberi beban lebih dari itu.
  • Motor listrik dengan tenaga yang besar akan memiliki bobot berat dan ukuran yang besar.
  • Tidak dapat menghidupkkan beban (peralatan listrik) supply 3 fasa.

Kelebihan listrik 3 Phase

  • Listrik 3 fasa lebih efisien
  • Kita masih bisa menjalankan beban (peralatan listrik) supply 1 fasa, dengan menghubungkan salah satu 1 fasa dan netral.
  • Motor listrik 3 Phase dengan tenaga besar, jika dibandingkan dengan motor listrik 1 fasa dengan tenaga yang sama memiliki ukuran yang lebih kecil
  • Dapat menjalankan beban besar dengan lebih mudah

Kelemahan listrik 3 Phase

  • Biaya Insyalasi listrik 3 fasa lebih mahal
  • Memiliki jaringan instalasi yang lebih rumit karena dibekali 3 fasa

Perbedaan Listrik 1 Phase dan 3 Phase

Listrik 1 fasa Listrik 3 Fasa
Tegangan 220 V (standar Indonesia) Tegangan 380 V - 400 V (standar Indonesia)
Untuk menghidupkan beban diperlukan 2 kabel yaitu Fasa (L) dan Netral atau Nol (N) Untuk menghidupkan beban 3 fasa dibutuhkan 3 kabel fasa R-S-T atau L1 - L2 - L3
Untuk menghidupkan motor listrik, terkhusus motor listrik induksi, maka listrik 1 fasa membutuhkan kapasitor sebagai starting Untuk menghidupkan motor listrik, tidak perlu komponen starting, motor bisa jalan sendiri
Pengirman daya dalam supply 1 fasa tidak konsisten karena jika dilihat gelombang sinusnya, tegangan naik dan turun Karena memiliki 3 konduktor yang berbeda. Maka pengiriman daya dalam supply 3 fasa akan stabil dan konsisten.
Kurang efisien Lebih efisien dari listrik 1 fasa
Pelayanan listrik 1 fasa adalah perumahan Pelayanan listrik 3 fasa adalah Industri besar
Ideal digunakan untuk penerangan Lebih sering digunakan untuk motor Listrik Industri


Bagaimana Listrik 1 Fasa dan 3 Fasa Di Hasilkan ?
Kenapa Ada 1 phase dan 3 phase Pada Listrik ? Ini Uraiannya

Listrik 1 fasa Biasanya dihasilkan dari Generator 1 fasa. Generator 1 fasa meghasilkan 2 kawat keluaran yaitu Fasa dan netral. 

Listrik 3 fasa dihasilkan dari Generator 3 fasa yang meghasilkan 4 kawat keluaran, yaitu 3 fasa (RST) dan 1 Netral (N).

Jika Sobat melihat ke sutet-sutet PLN yang menghiasi langit-langit kita. Listrik PLN didistribusikan dengan menggunakan sistem 3 fasa. Melalui Trafo step Up untuk menaikan tegangan hingga bisa mengurangi rugi-rugi daya saat perjalanan pendistribusian.

Ketika sudah sampai ke Pemukiman penduduk, Listrik PLN yang 3 fasa tersebut masuk kembali ke Trafo step down untuk memperkecil kembali tegangan. 

Menyesuaikan dengan tegangan standar.

Pada Transformator (trafo) akan menghasilkan 4 kawat keluaran, yaitu R-S-T untuk fasa dan N untuk netral

Listrik 3 fasa R-S-T tersebut kemudian di bagi-bagi ke selurun pemukiman yang menggunakan layanan PLN, Misalnya komplek A mengambil fasa R dan N, Komplek B mengambil fasa S dan N dan komplek C mengambil fasa T dan N.

Dengan demikian kita dapat ketahui jika tidak hanya dihasilkan dari generator 1 fasa, Listrik 1 fasa juga bisa dihasilkan dari lsitrik 3 fasa yang di bagi-bagi.

Perbedaan Listrik satu Phase dan tiga phase
Sumber : https://duniaberbagiilmuuntuksemua.blogspot.com/


Apakah Listrik 3 fasa bisa dibuat dari listrik 1 fasa ?

Ada yang bisa jawab ?

Yuk diskusi di kolom komentar.

Demikian ulasan mengenai perbedaan listrik 1 fasa dan 3 fasa ini dibuat. Semoga bisa menjawab berbagai pertanyaan sobat. Jangan lupa share ye...

Posting Komentar untuk "Kenapa Ada 1 phase dan 3 phase Pada Listrik ? Ini Uraiannya"