Cara Menyesuaikan Amplifier Dengan Speaker

Daftar Isi

Bismillahirrohmanirrohim

Hallo sobat semua pada kesempatan kali ini masih dalam pembahasan mengenai amplifier, dan sekarang saya akan membahas tentang bagaimana cara menyesuaikan amplifier dengan speaker yang akan digunakan agar stabil dan memiliki kualitas suara pas dan cocok dengan amplifier. 

Cara menyesuaikan amplifier dengan speaker
Photo by Will Francis on Unsplash

Karena seperti yang kita tahu pada umumnya jika spesifikasi speaker dibawah spesifikasi yang dibutuhkan amplifier bisa menyebabkan speaker tersebut jebol atau rusak, dan pembahasan ini dimaksudkan untuk mencegah hal tersebut. 

Sebab jika kita tidak memperhatikan spesifikasi yang direkomendasikan alih-alih suara bagus malah speakernya jebol kan kita juga yang rugi,oke langsung saja poin pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan power yang akan dipakai, dan berikut uraiannya.

Baca juga : Sudah Tahu Fungsi Port Optical Audio Pada Perangkat Elekronik ?

Pemilihan Power Amplifier

Poin pertama adalah pemilihan power, power disini meliputi beberapa komponen seperti jenis transistor juga jenis power amplifier dari rangkaian amplifier yang akan kita pakai. 

Jika transistor yang dipakai pada amplifier adalah 2SC2922 atau 2SA1216, MJL2113 MJL2114, MJ15024 MJ15025, dan 2SC5200/2SA1943  maka jenis transistor tersebut masih bisa memakai arus power sebesar 10Amp pada tiap unitnya atau tiap set transistornya.

Masing-masing transistor memiliki datasheetnya sendiri dan memiliki karakter yang berbeda, dalam penentuan arus transistor kita jangan berpatokan secara asal mengenai batas maksimum arus transistor tersebut, kita harus berpatokan pada datasheet tiap transistor yang akan kita gunakan. 

Untuk menegetahui hal tersebut anda harus browsing di internet dan ketikan datasheet + type transistor yang akan digunakan pada kolom pencarian, nantinya akan muncul hasil datasheet transistor tersebut, dengan begitu anda akan mengetahui spesifikasi lengkap sebuah transistor termasuk arus maksimal yang dapat melalui transistor tersebut.

Menentukan Jenis Power Amplifier

Dan selanjutnya anda harus mengetahui jenis dari power amplifier yang akan anda pakai, apakah itu power amplifier jenis OCL, BTL, OT atau OTL. 

Namun pada umumnya jenis power amplifier yang banyak dipasaran adalah power amplifier berjenis OCL, mengapa demikian? Karena power amplifier jenis OCL ini memiliki karakter lebih ringkas dan luamayan fleksible untuk di modifikasi sendiri sesuai keinginan,selain itu power amplifier OCL bisa mengasilkan daya yang lumayan besar.

Baca juga : Udah Tahu Kelebihan & Kekurangan Power Amplifier BTL ?

Memperhitungkan Nilai Watt Speaker

Cara menyesuaikan amplifier dengan speaker
Photo by Will Francis on Unsplash

Poin berikutnya adalah dalam perhitungan watt speaker, dalam hal ini kita cukup menggunakan logika seperti jika watt terhadap power amplifier lebih besar dari nilai watt speaker, maka speaker tersebut bisa dikatakan tidak aman.

Karena logikanya seperti ini, jika kita memasang volume pada titik yang membuat power menghasilkan output daya melebihi kapasitas watt speaker maka lilitan pada speaker akan terbakar atau hangus. 

Dan sebaliknya jika watt power lebih rendah dari watt speaker maka speaker tersebut bisa dikatakan aman akan tetapi speaker tersebut tidak akan bekerja secara maksimal.

Disini saya akan memberikan beberapa uraian contoh mengenai perhitungan untuk menentukan watt speaker dan daya amplifier, kita ambil contoh 3 spesifikasi power amplifier yaitu 1100 watt/8 Ohm, 1800 watt /4 Ohm, dan 2400watt /2 Ohm

Penggunaan 1 speaker ( 8 Ohm/1 = 8 ohm )

Untuk mengetahui watt speaker yang akan digunakan supaya seimbang dengan power amplifier biasanya dapat kita lihat pada spesifikasi yang tertera pada power amplifier khususnya power amplifier bulid up pasti ada data spesifikasinya, misalkan spesifikasinya adalah  1100 watt dalam 8 ohm, 

maka ukuran watt speaker tersebut harus sama dengan spesifikasi amplifier atau mendekati seperti 1000 atau 1200 watt.

Penggunaan 2 speaker ( 8 Ohm/2= 4 Ohm )

Jika menggunakan 2 speaker maka jumlah watt akan dijumlahkan, dan perhitungannya seperti berikut ini, jika kita memakai power amplifier 1800watt dalam 4 Ohm maka spesifikasi speaker adalah 2x1000 watt = 2000watt atau 2x900watt= 1800watt.

Penggunaan 4 speaker ( 8 Ohm/4= 2 Ohm )

Biasanya untuk pemasangan 4 speaker ini menggunakan power tunggal atau bukan bridge. Misal memakai power amplifier dengan spesifikasi sebesar 2400 watt dalam 2 ohm, maka perhitungan pemakaian speaker adalah 4x600 watt = 2400 atau 4x700 watt = 2800 watt.

Nah gimana sobat sampai disini cukup faham tentang cara pemakaian speaker yang sesuai dengan spesifikasi amplifiernya? Semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat dan menambah wawasan kita semua. 

Oke sobat mungkin sekian yang bisa saya sampaikan kurang dan lebih saya mohon maaf dan trimakasih.

Penulis : Adnan Azdana
Editing : Wijdan Sidiq Ramadhan
Publish : Kelistrikanku.com

2 komentar

Diskusikan pertanyaan sobat disini
Comment Author Avatar
7 Februari 2023 pukul 18.23 Hapus
saya pake power amplifier 150w dan 2 speaker xbr 100w 6ohm /8ohm. Hasilnya gimana bos ?
Comment Author Avatar
25 Oktober 2023 pukul 10.08 Hapus
Jadi disesuaikan dengan karakter speaker gitu yach,
Ahli Kelistrikan teknologi

Oleh Wijdan Sidiq R

Seorang Lulusan Teknik Listrik Tahun 2015, pernah juga Praktek Kerja di CV. AryaTech untuk pembuatan panel Listrik PT. Schneider Electric Indonesia. Juga pemilik Ruko Kondang Service tempat gulung dinamo dan refarasi berbagai alat elektronik bersama ayahnya yang sudah berpengalaman lebih dari 25 tahun.