Trafo Toroid vs Trafo Biasa. Yuk Ulas Perbandingannya

Daftar Isi

Bismillahirrohmanirrohim

Trafo Tiroid vs trafo biasa perbandingannya

Salam teriring doa semoga sobat berada dalam kesehatan sehat. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang sebuah trafo. Mungkin untuk yang biasa merakit sebuah power supply atau apapun yang membutuhkan catu daya pasti tidak asing lagi dengan satu komponen ini. 

Namun, untuk sebagian orang masih bertanya-tanya apa itu trafo? Izinkan saya sedikit menjelaskan tentang satu komponen ini agar kita memahami secara detail tentang apa yang akan kita bahas.

Trafo atau bisa di sebut transformator adalah sebuah komponen listrik pasif yang bekerja untuk mentransfer energi listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lainnya. Dan trafo juga memiliki fungsi menukar tegangan arus adalah suau rangkaian namun tidak mempengaruhi daya listrik total. 

Berarti komponen ini memiliki karakter yang membutuhkan listrik bertegangan tinggi namun arusnya kecil dan kemudian dirubah menjadi listrik bertegangan rendah namun memiliki arus yang besar, ataupun sebaliknya. 

Nah, di atas adalah beberapa uraian singkat tentang trafo. Dan kali ini saya akan mengambil pembahasan dari salah satunya saja mengenai trafo arus yang biasa di pakai pada amplifier, dan disini saya akan membahas nya menjadi dua yaitu trafo jenis toroid dan trafo biasa dan apa saja perbandingan diantara keduanya. 

Untuk jenis trafo biasa mungkin sudah pada tahu ya, yang dimana trafo biasa itu memiki gambaran fisik kotak dan memiliki lilitan tembaga di tengahnya. Tapi bagaimana dengan trafo toroid? Berikut penjelasannya.

Lalu, Apa Itu Trafo Toroid ?

Trafo toroid sering di sebut  juga trafo donat karena memiliki ciri fisik inti yang berbentuk bulat, kata toroid itu sendiri berasal dari istilah dalam matematika yaitu toridal yang artinya permukaan revolusi dengan lubang di tengahnya seperti bentuk donat dan memiliki sumbu revolusi yang melewati lubang sehingga tidak memotong permukaan. 

Baca juga : Trafo 3 Fasa

Struktur Trafo Tiroid

Struktur bagian pada transformator toroidal

Dari gambar diatas, sudah sangat terlihat bahwa bentuk trafo biasa dan trafo toroid ini sangat berbeda. trafo toroid memiliki bentuk mirip donat.

perbedaan bentuk trafo konvensional dan trafo toroid
Sumber : http://www.eea-trafo.com/toroidal.html

Lalu apa saja kelebihan atau perbandingan trafo toroid vs trafo biasa? Berikut uraian nya.

Kelebihan Trafo Toroid Di Banding Trafo Biasa

  • Trafo toroid memiliki nilai efisien lebih baik daripada trafo biasa dimana trafo toroid memiliki efektifitas kerja sekitar 80% sampai 90% dan biasanya di pengaruhi oleh kualitas tembaga yang digunakan.
    efesiensi trafo toroid vs trafo biasa
    Sumber : http://www.eea-trafo.com/toroidal.html

  • Trafo toroid memiliki berat yang lebih ringan di banding trafo biasa yang memakai inti besi. berat bisa berkurang 20 hingga 50% dibandingkan dengan trafo biasa.
  • Dalam pemasangan dapat dibilang mudah, karna bisa memakai 1 baud saja sedangkan trafo biasa minimal harus 2 baud
  • Walaupun trafo toroid  dapat menghasilkan magnet yang lebih kuat namun trafo toroid tidak menimbulkan medan magnet yang mengganggu komponen lainnya
  • Trafo toroid menghasilkan panas yang tidak berlebih atau bisa di sebut lumayan dingin, hal tersebut menjadi faktor bahwa trafo toroid bekerja lebih efektif daripada trafo biasa
  • Pada penggunaan pada media audio akan lebih minim gangguan dan bisa mengurangi 10% sampai 15% hum dan nois
  • Lebih minim konsumsi daya di banding trafo biasa saat tanpa beban

Nah di atas adalah perbandingan dan kelebihan trafo toroid vs trafo biasa, lalu apa saja kekurangan nya? Berikut uraiannya.

Kekurangan trafo toroid 

  • Pada saat start pertama trafo toroid akan sangat berat saat di fungsikan sebagai trafo step down pada sebuah amplifier.
  • Dan Dalam harga bisa di bilang lebih mahal di banding trafo biasa
  • Proses produksi trafo tiroid ini lebih sulit dibandingkan dengan trafo biasa.

Nah gimna sobat sudah jelas kan apa saja kekurangan dan kelebihan trafo toroid di banding trafo biasa? Jadi mau pilih yang mana nih? Kalau masalah itu kembali pada diri masing-masing dan pada pengaplikasian apa kita memilih suatu jenis trafo.

Trafo itu sendiri memiliki beberapa jenis yang berbeda-beda, diantaranya sebagai berikut :

Jenis-Jenis Trafo

Trafo Daya

pertama adalah trafo daya, trafo daya memiliki tingkat insulasi yang tinggi, trafo ini memiliki ukuran fisik yang besar biasanya dipakai atau di aplikasikan dalam menransfer daya yang tinggi dimana tegangan yang di transfer bisa mencapai 33KV atau kilo volt.

Trafo PLN

Trafo jenis ini berfungsi untuk menaikan atau bisa juga menurunkan tegangan sesuai yang di butuhkan dan masih banyak lagi fungsinya.

Trafo arus

Trafo jenis ini biasanya berfungsi untuk mengkonfrensi  arus primer yang memiliki nilai arus yang besar. Misal ada nilai arus senilai puluhan atau ribuan akan tetapi komponen yang di gunakan membutuhkn arus yang kecil  maka akan di konfrensi ke nilai yang lebih kecil atau yang di butuhkan seperti 1A atau 5A.

Trafo Step Up

Trafo yang berfungsi untuk menaikkan tegangan

Trafo Step Down

Trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan

Trafo isolasi

Trafo yang berfungsi mengubah tegangan DC menjadi AC , biasanya akan sering kita temui pada sebuah inverter

Trafo  CT dan Trafo non CT

Tavo CT berfungsi untuk membuat power supply yang simetris atau bisa di sebut gelombang penuh biasanya di pakai pada power amplifier yang membutuhkan 3 kutub yaitu, positif,netral dan negatif.

Sedangkan trafo Non CT berfungsi sama yaitu membuat power supply namun bersifat non simetris yang hanya memiliki 2 kutub saja, yaitu positif dan negatif.

Trafo Distribusi

Trafo ini berfungsi untuk mendistribusikan energi listrik dari pembangkit listrik ke beban atau biasanya ke rumah – rumah ataupun tempat industri yang membutuhkan listrik.

oke sobat semua mungkin cukup sekian yang bisa saya informasikan semoga apa yang saya bahas bermanfaat dan terimakasih.

Posting Komentar

Ahli Kelistrikan teknologi

Oleh Wijdan Sidiq R

Seorang Lulusan Teknik Listrik Tahun 2015, pernah juga Praktek Kerja di CV. AryaTech untuk pembuatan panel Listrik PT. Schneider Electric Indonesia. Juga pemilik Ruko Kondang Service tempat gulung dinamo dan refarasi berbagai alat elektronik bersama ayahnya yang sudah berpengalaman lebih dari 25 tahun.