Pengertian Kompresor: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja yang Perlu Diketahui

Bismillahirrahmaanirrahiem 

Mengenal kompresor dari fungsi dan jenisnya

Kompresor, alat yang umumnya digunakan untuk meningkatkan tekanan udara, memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tambal ban.

Selain itu, ternyata masih ada lagi fungsi lainnya dari Kompresor yang jarang diketahui. Nah, untuk mengenal lebih jauh seputar Kompresor, mari kita simak saja langsung ulasannya di bawah ini. 

Pengertian Kompresor

Seperti yang sudah disebutkan pada ulasan diatas tadi bahwa kompresor merupakan sebuah mesin yang biasanya digunakan untuk meningkatkan tekanan udara. Umumnya tenaga penggerak pada kompresor terdiri dari 3 tipe, yaitu motor listrik, mesin bensin, hingga mesin diesel. 

Tak hanya itu, kompresor juga terbagi kedalam jenis yang berbeda. Tentu saja pada masing-masing jenis kompresor tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Harga kompresor dipasaran cukup bervariasi, mulai dari yang ratusan ribu sampai puluhan juta rupiah. 

Semakin mahal harga yang ditawarkannya, maka akan semakin maksimal pula fungsi yang diberikannya. Lantas, seperti apa sajakah fungsi dari kompresor? 

Baca juga : Fungsi dan bagian Kompresor pada Air Conditioner (AC) atau pendingin ruangan

Beragam Fungsi Kompresor

Pengertian Kompresor Mulai Dari Fungsi Hingga Jenis-jenisnya

Pada dasarnya Kompresor memiliki fungsi utama untuk mengambil udara atau gas dari lingkungan sekitar, kemudian akan memberikan tekanan dalam tabung. Setelah itu, nantinya gas tersebut akan dialirkan lagi dalam bentuk udara yang mempunyai tekanan tertentu. 

Mengenai penggunaannya, Kompresor biasa digunakan untuk beragam kebutuhan. Adapun beragam kebutuhan yang dimaksud seperti berikut:

  • Untuk memasok udara bagi para penyelam
  • Memberikan tekanan udara pada ban kendaraan
  • Memasok udara untuk penggunaan alat-alat semprot (air brush)
  • Untuk menciptakan udara dengan tekanan bervolume sesuai kebutuhan industri berskala besar
  • Untuk memasok udara bersih bertekanan tinggi pada tabung gas maupun silinder
  • Berperan sebagai pemasok udara bersih bertekanan pada system control heating, ventilasi bangunan, hingga air conditioning pneumatic.

Selain fungsi diatas, kompresor juga merupakan komponen yang perannya sangat penting pada alat pendingin, karena dengan adanya kompresor pada pendingin seperti AC dan kulkas, dapat menekan udara panas dan menghasilkan udara dingin

Lho kok bisa ?

Untuk lebih lengkapnya simak : Cara kerja kulkas

Analogi Sistem Kerja Kompresor
Cara kerja kompresor

Setelah mengetahui fungsinya, mari kita lanjutkan ke pembahasan berikutnya mengenai cara kerja pada Kompresor. Dilihat dari cara kerjanya, sebenarnya Kompresor ini hampir sama dengan organ paru-paru manusia lho. 

Sebagai contoh, ketika Sobat akan meniup untuk memberikan udara ke dalam balon pastinya akan menarik nafas terlebih dulu. Nah, seperti itulah cara kerja Kompresor disaat memompa ban sepeda, mobil, motor, gerobak, dan lain sebagainya. 

Cara kerja kompresor

Ketika piston Kompresor ditarik ke arah atas, secara otomatis tekanan silinder pada bagian bawahnya akan turun perlahan. Dengan begitu, maka udara dari arah luar bisa masuk melalui celah katup hisap. Lain halnya ketika udara disumbat, tentu saja volume udaranya akan menjadi kecil yang nantinya mengalir ke bagian-bagian yang mempunyai tekanan udara lebih rendah. 

Baca juga : Alat ukur Manifold gauge sebagai alat penting bagi teknisi AC Kulkas Freezer

Memahami Proses Pengompresan Udara Dalam Compressor

Kompresor adalah perangkat mekanis yang memiliki peran krusial dalam menghasilkan tekanan tinggi pada udara atau gas. Proses kerjanya kompleks dan melibatkan beberapa komponen utama. 

1. Pengambilan Udara

Cara kerja kompresor dimulai dengan pengambilan udara dari lingkungan sekitar. Pada tahap ini, piston dalam kompresor ditarik ke atas, menciptakan tekanan rendah di dalam silinder. Udara akan masuk melalui katup hisap yang terbuka, mengisi ruang di dalam silinder.

Contoh Kasus: Sebuah kompresor di pabrik industri sedang mengambil udara dari lingkungan sekitar untuk digunakan dalam sistem pneumatik yang mengoperasikan mesin produksi.

2. Penekanan Udara

Setelah udara terhisap, tahap berikutnya adalah menekan udara tersebut ke dalam silinder. Piston kemudian didorong ke bawah, meningkatkan tekanan udara di dalam silinder. Katup hisap tertutup untuk mencegah udara keluar.

Contoh Kasus: Pada stasiun penyelam, kompresor digunakan untuk menekan udara ke dalam tabung penyelam sehingga penyelam dapat bernapas di bawah air.

3. Pengosongan Udara

Udara yang telah ditekan kemudian dikosongkan atau dipindahkan ke sistem perpipaan. Ini adalah langkah kunci di mana udara yang telah dikompres akan digunakan sesuai kebutuhan.

Contoh Kasus: Pada industri otomotif, kompresor digunakan untuk memasok udara bertekanan ke alat-alat seperti pengecatan dan pengeboran untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

4. Pemakaian Udara Bertekanan

Udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor digunakan untuk berbagai keperluan. Hal ini melibatkan distribusi udara ke berbagai peralatan atau mesin yang memerlukan tekanan udara tertentu untuk beroperasi.

Contoh Kasus: Dalam sistem HVAC (Heating, Ventilation, and Air Conditioning), kompresor digunakan untuk menciptakan udara bertekanan yang diperlukan untuk mengatur suhu dan sirkulasi udara di dalam bangunan.

5. Siklus Berulang

Proses ini terus berulang secara terus-menerus untuk memastikan pasokan udara bertekanan yang konsisten sesuai dengan kebutuhan sistem atau aplikasi tertentu.

Contoh Kasus: Pada industri farmasi, kompresor bertanggung jawab untuk menyediakan udara bertekanan yang steril dan aman untuk digunakan dalam proses produksi obat-obatan. 

Berbagai Jenis Kompresor

Meski memiliki fungsi yang sama, namun produk Kompresor dipasaran akan dibedakan berasarkan jenisnya. Adapun mengenai beberapa jenis Kompresor yang paling umum dijumpai di pasaran seperti berikut:

1. Air Compressor Belt driven

Mengenal kompresor dari fungsi dan jenisnya

Jenis Air Compressor Belt driven ini biasanya digunakan oleh mereka yang berprofesi sebagai penambal ban. Menurut informasi yang didapat, cara kerja pada jenis Air Compressor Belt driven tersebu menggunakan system koneksi. 

Hal itu bukan tanpa alasan, karena antara pompa udara dengan tenaga penggeraknya dikendaikan oleh tali v-belt atau vanbelt. Sedangkan untuk penggerak mesin pada Air Compressor Belt driven ini menggunakan bahan bakar bensin. 

2. Air Compressor Direct Driven

Mengenal kompresor dari fungsi dan jenisnya

Berbeda dengan Air Compressor Direct Driven, dimana ia merupakan kompresor yang system penggeraknya langsung terhubung pada pompa udara. 

Bahkan yang lebih hebatnya agi, Air Compressor Direct Driven memiliki kemampuan berputar dengan kecepatan yang mencapai hingga 2.850 rpm. Itu sebabnya, mengapa Air Compressor Direct Driven dapat mengisi udara dalam waktu yang singkat. 

3. Air Compressor Screw

Mengenal kompresor dari fungsi dan jenisnya

Untuk Sobat yang membutuhkan tekanan udara secara nonstop 24 jam, maka jenis Air Compressor Screw ini merupakan pilihan paling tepat. Lebih dari itu, bahkan Air Compressor Screw juga sangat ideal digunakan untuk kebutuhan debit udara dalam jumlah yang tinggi. 

Adapun mengenai salah satu keunggulan dari jenis Air Compressor Screw yang harus Sobat ketahui, yakni udara yang dihasilkannya tidak terlalu banyak mengandung uap air. Bukan hanya itu, jenis Air Compressor Screw juga sama sekali tidak mengeluarkan suara berisik sehingga sangat nyaman saat digunakan. 

4. Air Compressor Mini

Mengenal kompresor dari fungsi dan jenisnya

Jenis kompresor berikutnya yang akan dibahas, yaitu bernam Air Compressor Mini. Ya , sesuai dengan namanya, dimana jenis kompresor ini tampil dengan ukuran yang lebih kecil dibanding jenis-jenis kompresor diatas tadi. 

Pasalnya, Air Compressor Mini tidak dilengkapi dengan tabung tekanan. Sehingga tak heran jika fungsi yang diberikannya hanya untuk menghasilkan efek berupa tiupan udara saja. Pada umumnya, Air Compressor Mini kerap digunakan untuk peralatan air brush untuk kebutuhan pengecatan skala kecil. 

Baca juga : lebih memahami sistem kerja Generator set GENSET

Cara Mudah Merawat Compressor Agar Awet

Berikutnya, agar kompresor dapat digunakan lama dan awet. Ada baiknya kita merawatnya dengan baik. Dibawah ini cara tepat merawat kompresor
Mengenal kompresor dari fungsi dan merawatnya

1. Jangan Meletakkan Kompresor di Sembarang Tempat

Usahakan untuk selalu menyimpan kompresor pada area-area yang tidak mudah dijangkau oleh umum. Dengan kata lain, kompresor harus disimpan pada ruangan khusus karena hanya operator saja yang bisa mengoperasikannya. 

Apabila ditempatkan di area yang mudah terjangkau oleh umum, tentu saja mesin kompresor milikmu akan diotak-atik oleh orang-orang yang iseng. Selain itu, ruang khusus juga akan melindungi mesin kompresor dari debu maupun kotoran lainnya. 

2. Lakukan Pemeriksaan Ringan Sebelum Mengoperasikannya

Sebelum menyalakan dan menggunakan mesin kompresor, ada baiknya jika Sobat melakukan pemeriksaan ringan. Adapun mengenai pemeriksaan ringan yang bisa Sobat lakukan, mulai dari mengecek tingkat kekencangan tali vanbelt, ketinggian oli, dan sebagainya. 

Seandainya ada baut atau tali vanbelt yang kendor, segera kencangkan lagi sebelum mesin kompresor dinyalakan. Tak hanya itu, Sobat juga harus mengeceknya secara keseluruhan apakah ada benda-benda asing seperti sampah disekitar mesin kompresor. 

3. Cek Tekanan Udara di Dalam Bagian Tabung

Jangan lupa juga untuk mengecek indicator tekanan udara agar Sobat mengetahui seberapa besar tekanan udara yang ada di dalam tabung kompresor. Pastikan tekanan udara di dalam tabungnya masih berada dibawah ambang batas aman. 

Apabila tekanan udara telah melebihi batas, Sobat pun harus langsung melakukan pengaturan otomatisnya. Ya, hal tersebut bertujuan agar tabung penyimpanan udaranya tidak mengalami kelebihan muatan. Pasalnya, tabung penyimpanan yang mendapatkan muatan berlebih akan berpotensi meledak lho!

4. Lakukan Pergantian Oli Secara Berkala

Layaknya mesin pada kendaraan, yang mana mesin kompresor juga harus dilakukan pergantian oli secara berkala. Hal itu bukan tanpa alasan, karena fungsi dari oli itu sendiri untuk melumasi, menghisap, hingga memampatkan udara. 

Dengan melakukan pergantian oli secara rutin dan teratur, tentu saja tingkat keausan pada komponen penggerak yang ada di dalam mesin kompresor dapat diminimalisir. 

Maka dari itu, sebaiknya Sobat ikuti petunjuk yang tertera pada buku servisnya agar takaran pemberian olinya sesuai. 

Demikian ulasan tentang pengertian kompresor dari mulai fungsi hingga jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat. terimakasih telah menyimak

Posting Komentar untuk "Pengertian Kompresor: Fungsi, Jenis, dan Cara Kerja yang Perlu Diketahui"